Ribuan Warga Sumberejo Kota Batu Gelar Aksi

Warga Desa Sumberejo, saat menggelar aksi protes buntut kasus status lahan pemakaman dan lapangan sepak bola yang kini di klaim milik pribadi atas nama Menik. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS
Warga Desa Sumberejo, saat menggelar aksi protes buntut kasus status lahan pemakaman dan lapangan sepak bola yang kini di klaim milik pribadi atas nama Menik. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS

MALANG NEWS – Ribuan warga di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu tampak memadati area lapangan sepak bola dan pemakaman setempat. Kemarahan warga bukan tanpa alasan, pasalnya lahan di desa tersebut kini di klaim sebagai milik perseorangan.

Mereka kecewa lantaran tanah makam dan lapangan sepak bola diklaim dengan bukti kepemilikan berupa Sertifikat Hak Milik (SHM), kepemilikan tersebut atas nama Menik.

Ribuan warga dari tiga dusun yang meliputi Sumberejo, Sumbersari dan Santrean itu mengatasnamakan Forum Peduli Aset Desa Sumberejo (FPADS).

Mereka sengaja menggelar aksi damai di lahan makam dan lapangan setempat seluas 2,8 hektar itu, Senin (13/1/19).

Menurut Koordinator Lapangan (Korlap) yang juga ketua aksi dari Forum Peduli Aset Desa Sumberejo (FPADS), Sukendri peserta aksi itu sekitar 1.500 warga.

“Kami sangat kecewa dan marah. Sebab, lahan seluas 2,8 hektar untuk pemakaman dan lapangan sepak bola ini diklaim milik pribadi atas nama Menik,” kata Sukendri yang juga sebagai perangkat Desa Sumberejo ini.

Untuk itu Sukendri berjanji dengan ribuan warga tersebut berani bakal menghadapi risiko apa pun. Alasannya, karena demi kepentingan masyarakat Desa Sumberejo.

“Dengan adanya kasus ini, mantan Kades yang lama, Budiarto yang sekarang menjabat sebagai anggota dewan Kota Batu harus bertanggung jawab sepenuhnya. Karena kami yakin dia tau,” tegas Sukendri

Kepala Desa Sumberejo, Drs. Riyanto saat ditemui Malang News di kantornya mengatakan, bila status lahan tersebut tanah eigendom (P2).

“Kalau sekarang berpindah tangan pada pihak ketiga, tentu yang sangat mengerti kasus ini Kades lama,” kata dia.

Sementara itu, menurut Tokoh Masyarakat Desa Sumberejo, Mukiyar Kabul menyampaikan, status lahan itu berubah menjadi milik pribadi sejak tahun 1990. Itu atas nama Menik.

“Sejak tahun 1990 an terbit sertifikat atas nama Menik,” kata Mukiyar.

Maka dari itu, dia bersama – sama dengan masyarakat setempat berjanji bakal memperjuangkannya. Baik itu secara pidana maupun perdata.

“Warga desa siap menghadapi itu semua,” tegasnya.

Sementara itu, mantan Kades Sumberejo, Budiarto saat dikonfirmasi enggan memberikan penjelasan.

“Maaf kalau untuk itu saya No Comment dulu ya mas,” jawab Budiarto yang kini menjadi sebagai anggota DPRD Kota Batu.

Pewarta : Eko Sabdianto

Editor : Andi Rachmanto

Publisher : Andri Priyo Utomo