​Awas! Ada Hantu Pocong Gentayangan Di Alun-Alun Kota Batu

Pengunjung alun-alun Kota Batu, saat tengah berfoto bersama hantu pocong jadi-jadian
Pengunjung alun-alun Kota Batu, saat tengah berfoto bersama hantu pocong jadi-jadian

MALANG-NEWS.COM – Bagi anda khususnya wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Batu, tak lengkap rasanya jika belum mengunjungi tempat wisata gratis, yakni di alun-alun yang terletak di jantung Kota Batu.

Namun jangan kaget jika berkunjung ke alun-alun tersebut, pasalnya anda akan disambut dengan ”hantu pocong”. Tidak perlu takut atau bahkan lari, karena ”hantu pocong” tersebut bisa diajak untuk berfoto selfie.

Jika ingin berfoto selfie, anda tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, cukup hanya dengan membayar seiklasnya saja. Penampakan hantu pocong yang secara tiba-tiba itu, akan membuat orang yang melintas kaget, takut sekaligus senang.

Adalah Cahyo (32), seniman jalanan Warga Desa Giripurno Kecamatan Bumiaji, yang tergabung dalam Theater Pohon pemilik ide nyentrik ini. Penampilan Cahyo dengan aksi hantu pocongnya justru mampu mendatangkan Wisatawan, khususnya yang datang berkunjung ke alun-alun Kota Batu.

Ide awal dan kreatifitas Cahyo bermula kala dia masih tergabung dalam sanggar kesenian “Theater Air”, yang kini sudah pecah dan para anggotanya membuat Sanggar Theater sendiri bernama “Theater Pohon”.

Anggotanya terdiri dari dua puluh orang, hingga akhirnya tercetus ide untuk menghibur wisatawan yang datang ke alun-alun Kota Batu, dengan menjadi hantu
pocong. Diakuinya inspirasi menjadi hantu pocong tersebut, didapat dari Film Horor Indonesia.

Keberadaan hantu pocong jadi-jadian itu tak pelak mengundang antusiasme bagi para pengunjung. Seperti yang diungkapkan Rizmaya, Wanita yang juga seorang Model papan atas Kota Batu ini. “Saya terhibur sekali mas, dengan adanya hiburan horor hantu pocong ini karena bisa diajak untuk berfoto bareng, bahkan teman-teman saya juga suka. Lumayanlah buat hiburan masyarakat Kota Batu,” ujarnya.

Ditanya soal penghasilan, Cahyo mengatakan, “Pendapatan saya tidak banyak kok mas, ya lumayanlah sehari bisa mencapai 75 ribu saja, itupun kalau tidak hujan. Tapi, beberapa minggu terakhir ini pendapatan saya sedikit dikarenakan sepi pengunjung”, kata dia. Sabtu (9/9/17) malam.

Ditanya masalah izin, Cahyo mengakui, memang ada aturan khusus yang dibuat Satpol PP Pemerintah Kota Batu, yaitu agar tidak memasang tarif kepada para wisatawan atau pengunjung yang akan berfoto dengannya. Dia berharap, agar para pekerja seni seperti dirinya di perhatikan oleh Pemerintah Kota Batu dan di buatkan wadah khusus untuk menampung para pekerja seni jalanan. (MN)