Bu Poniti ,Tukang Tambal Ban Wanita Di Kota Batu, Lho Kok Bisa?

Ibu Poniti, tukang tambal wanita saat tengah menambal ban
Ibu Poniti, tukang tambal ban wanita saat tengah menambal ban sepeda motor 

MALANG-NEWS.COM – Demi memenuhi kebutuhan hidup profesi apapun tetap akan dijalani yang terpenting halal, seperti yang dilakukan Ibu Poniti (45). Warga Curah Krikil desa Oro-oro ombo Kota Batu ini contohnya. Walaupun wanita, ia tak merasa keberatan melakoni profesi tambal ban yang biasa dilakukan oleh pria.

Profesi ini ia lakukan sudah cukup lama, yakni terhitung sepuluh tahun. Ketika tengah berbincang dengan MALANG-NEWS.COM. Senin (14/8/17) ia menuturkan, bahwasanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia rela melakoni pekerjaan sebagai seorang  tukang tambal ban.

“Ya mau bagaimana lagi mas, semua ini saya lakukan demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Suami saya sudah tua dan tidak kuat lagi untuk bekerja, saya juga harus menghidupi ke-3 anak-anak saya”, kata wanita paruh baya ini, memulai kisahnya.

Awal mula menekuni profesi tersebut, ia mengaku minder karena mungkin hanya dirinya saja, yang mau dan rela melakoni pekerjaan ini. Dan karena juga tidak biasa saja seorang wanita seperti dirinya, mau melakukannya.

Pertama kali melakoni pekerjaan ini, saya sempat merasa minder karena tidak biasa seorang wanita mau melakukan profesi seperti yang biasa dilakukan oleh kebanyakan pria.

“Dari awal memulai pekerjaan ini, saya memang minder mas, ya karena kan memang tidak biasa wanita yang mau melakukan profesi sebagai seorang tukang tambal ban seperti saya ini,” imbuh ibu tiga anak ini.

Ditanya berapa penghasilan per hari yang didapat, ia melanjutkan “Ya kalau pas rame sehari bisa mendapatkan Rp 75.000 tapi kalau sedang sepi hanya Rp 50 ribu saja, dan saya buka sehari penuh, yakni 24 Jam kebetulan juga tinggal dan tidur di tempat tambal ban ini, dirumah saya sendiri”, pungkas wanita asal Dampit kabupaten Malang ini, menutup perbincangannya.