​Dua Mahasiswa Kota Malang Diamankan Panpel Arema, Karena Mengaku “Wartawan Arema FC”

Kedua Oknum Mahasiswa Kota Malang, Yang Mengaku Wartawan Arema FC Saat Diamankan Panitia Pelaksana
Kedua Oknum Mahasiswa Kota Malang, Yang Mengaku Wartawan Arema FC Saat Diamankan Panitia Pelaksana

MALANG-NEWS.COM – Ada kejadian lucu saat laga pertandingan Arema FC vs Persib Bandung di stadion Kanjuruhan Kota Malang, Sabtu (12/7/18). Pasalnya dua mahasiswa Kota Malang harus berurusan dengan Panitia Pelaksana (Panpel). Kedua mahasiswa tersebut yakni, Erik Putra Pratama yang berstatus sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Malang dan Andika Sagita Yudha masuk ke stadion Kanjuruhan dengan menggunakan id card wartawan Arema FC.

Keduanya lantas diamankan ke ruang panitia dan diinterogasi panpel. Identitas keduanya juga ditahan beserta bukti, yakni berupa id card resmi bagi wartawan yang meliput setiap pertandingan Arema di stadion Kanjuruhan.

Menurut media Officer Arema, Sudarmaji, ia mengaku, kecolongan atas kejadian ini. Selain pihaknya yang dirugikan atas kejadian tersebut, ini jelas mencoreng nama baik awak media. Namun, kasus permasalahan tersebut tidak lantas diserahkan ke aparat kepolisian, akan tetapi pihaknya hanya meminta keduanya untuk datang ke Kantor Arema di Jalan Sriwijaya Kota Malang, Minggu (13/8/17).

“(Minggu hari ini, red) datang ke kantor pukul 10.00 WIB. Kalian juga harus buat pernyataan bahwasanya tidak akan mengulangi perbuatan lagi. Jika tidak, saya laporkan ke Polisi,” kata dia, kepada kedua oknum mahasiswa yang mengaku wartawan Arema FC tersebut.

Terkait dengan Insiden tersebut, kini pihaknya akan mendata ulang bagi setiap wartawan yang biasa meliput di stadion Kanjuruhan. “Ya nantinya teman-teman akan kami mintai registrasi ulang. Hal ini kita lakukan untuk mengantisipasi kejadian serupa,” imbuhnya.

Andika sendiri mengaku sekadar ikut-ikutan temannya saja. Ia bersama Erik rekannya merupakan pemuda kelahiran Lampung. “Saya di Malang sedang magang. Dan diajak teman ke sini (Stadion Kanjuruhan),” akunya, Minggu (13/8/17)

Sementara itu rekannya, Erik, tidak banyak berbicara saat dicecar pertanyaan dari awak media. Hanya saja, dia melakukan perbuatan tersebut bukan lantaran karena ingin gratis menonton Arema di Stadion Kanjuruhan. Dari pengakuannya, ia baru beberapa kali menggunakan id card dan mengaku sebagai wartawan untuk masuk ke stadion, entah apa motifnya.

“Tidak kok mas, saya juga baru beberapa kali datang kesini dan sekarang berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi,” ungkapnya disertai permohonan maaf.