​GN-PK Jatim Lakukan MoU Dengan Ketua Saber Pungli Pusat, Terkait Dengan Penanganan Kasus OTT Tiga Pejabat Pemkot Batu

Ketua GN-PK Jatim, Mariyadi, S.H (kanan) bersama Ketua Saber Pungli Mabes Polri, Brigjen Widiyanto Poesoko (kiri)
Ketua GN-PK Jatim, Mariyadi, S.H (kanan) bersama Ketua Saber Pungli Mabes Polri, Brigjen Widiyanto Poesoko (kiri)

MALANG- NEWS.COM – Tiga oknum pegawai Pemkot Batu yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli Pusat (KemenkoPolhukam) dan Tim Saber Pungli Polres Batu beberapa pekan lalu tampaknya sulit lolos dari jeratan Hukum  lantaran Tim Saber Pungli Pusat (Kemenko Polhukam) sudah mengantongi Barang Bukti (BB) beserta transferan dan rincian para penerima dana.

Menurut Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jawa Timur Mariyadi, S.H mengatakan, ketiga oknum pejabat pemkot Batu yang terkena OTT itu sulit lolos dari jeratan hukum karena Tim Saber Pungli Pusat sudah mengantongi barang bukti  berupa transferan dan rincian para penerimaan dana.

“Ya memang sekarang kasus ini tengah ditangani  Polda Jatim, dan kasusnya tetap berlanjut, bahkan beberapa saksi sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polda Jatim,” kata Mariyadi. Minggu (3/9/17)

Terkait dengan kasus tersebut utamanya tentang pemberantasan korupsi, di seluruh Indonesia bukan hanya di Kota Batu saja, pihaknya mengaku sudah melakukan MoU dengan Tim Saber Pungli Pusat (KemenkoPolhukam) yang telah ditanda tangani oleh Kepala Bidang Operasi Saber Pungli Pusat Brigjen Pol Widiyanto Poesoko dengan GNPK Jatim.

“Kita sudah kerja sama dan juga sudah melakukan Mou dalam pemberantasan Korupsi, sudah ditandatangani di Jakarta, Sabtu 2 September kemarin, termasuk dalam hal pungli dan pemberantasan korupsi yang melibatkan tiga oknum pejabat Pemkot Batu itu,” imbuhnya.

Dihadapan ketua GNPK, Widiyanto Poesoko mengatakan, sekarang ini kasus OTT tiga pejabat pemkot Batu itu membenarkan  kasusnya sudah dilimpahkan ke Polda Jatim, lantaran dilakukan karena paska Polres Batu terlihat memiliki kendala hingga memutuskan untuk memulangkan ketiga oknum pejabat Pemkot Batu tersebut.

Dirinya mengaku kecewa dan menyesalkan atas pemulangan ketiga pelaku OTT itu, padahal mereka sudah jelas  mengakui perbuatannya.

“Ya memang sekarang Unit Pemberantasan Punggutan Liar (Pungli) dati Polda Jatim mengambil alih penanganan tiga oknum pegawai tersebut, mudah-mudahan prosesnya berjalan lancar,” kata Widiyanto saat dihubungi via telepon selulernya.

Sekedar diketahui bersama, bahwasanya ketiga oknum pejabat yang dipulangkan itu, telah menjalani pemeriksaan 1X24 jam. Mereka adalah, Kepala Bidang Cipta Karya Nugroho Widyanto alias Yayan, Kasi Bidang Perumahan Fafan Firmansyah, dan Kasi Cipta Karya pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Pemkot Batu. (MN)