​Jual Mobil Dinas Milik Pemkot Batu, Oknum Tenaga Honorer Ditangkap Polisi

Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto saat menggelar Press Release di Mapolres Batu
Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto saat menggelar Press Release di Mapolres Batu

MALANG-NEWS.COM – Seorang oknum pegawai honorer di lingkungan Pemkot Batu berinisial GF (41) diringkus Satreskrim Polres Batu. GF ditetapkan sebagai tersangka atas aksi pencurian mobil dinas milik bagian aset Pemkot Batu tersebut.

Dari kronologis yang diterangkan oleh Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto mengatakan, GF masuk ke ruangan aset Pemkot Batu saat kondisi ruangan sepi, dan mengambil kunci mobil yang sengaja digantung di sudut ruangan.

Setelah mengantongi kunci mobil jenis pick up, ia lantas langsung membawa mobil pick up berwarna hitam tersebut dan menghubungi seorang rekannya yang berinisial DS (35), warga Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, agar dibantu untuk menjualkan mobil hasil curiannya itu. DS kemudian ditangkap oleh petugas di Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

“Mobil tersebut dijual seharga Rp. 20 juta kepada seorang penadah berinisial HD, asal Banyuwangi. HD telah kami ringkus,” kata Budi saat rilis perkara pada Senin siang (4/9/17) di Mako Polres Batu.

HD, warga Desa Licin, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi ditangkap beserta dengan barang bukti yakni, satu unit mobil. Saat dilakukan pemeriksaan barang bukti oleh petugas, mesin mobil tersebut sudah dilepas dari kap mesin mobil. Diketahui jika nomor mesinnya diganti.

GF menerima uang senilai Rp. 3,5 juta dan DS menerima Rp. 16,5 juta dari hasil penjualan mobil curian tersebut. Saat ini Polres Batu mendalami kasus tersebut, apakah anggota komplotan itu ada keterkaitannya dengan jaringan pencurian motor di wilayah Jawa Timur.

“Ya berdasarkan hasil dari identifikasi unit lalu lintas, akhirnya diketahui kalau mobil tersebut milik Pemkot Batu,” imbuh mantan Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan ini.

Akibat perbuatannya, kini mereka mendekam dibalik jeruji penjara Polres Batu. GS dan DS dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara sedangkan HD dijerat dengan pasal 480 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. (MN)