​Kapolres Kota Malang Beri Larangan Menginap Yang Bukan Suami Istri, Bagi Pemilik Kos-Kosan 

Kapolres Kota Malang, AKBP Hoiruddin Hasibuan saat diwawancarai wartawan
Kapolres Kota Malang, AKBP Hoiruddin Hasibuan saat diwawancarai oleh awak media

 
MALANG-NEWS.COM – Maraknya kasus pengguguran kandungan di wilayah hukum Polres Malang, yang terutama didominasi oleh mahasiswa dan belum lagi banyaknya kos-kosan yang disinyalir bebas, membuat Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan, memberikan larangan bagi pemilik kos, agar melarang penghuninya untuk memberikan jasa menginap kepada yang bukan penghuni kos, utamanya mahasiswa seperti teman pria di kosan putri dan atau sebaliknya.

Hal itu dia sampaikan bukan tanpa sebab, pasalnya karena maraknya kasus yang melibatkan mahasiswa, yakni diantaranya seperti, pencurian harta benda, uang hingga pengguguran bayi.

“Ya saya menghimbau larangan menginap yang bukan suami istri, kepada semua pemilik kos-kosan di Kota Malang, pemilik maupun pengelola harus membuat aturan tertulis untuk tidak memperbolehkan menginap teman kuliah yang bukan suami istri, untuk meminimalisir perbuatan asusila yang kerap dilakukan oleh mahasiswa/mahasiswi dikosan tersebut,” katanya, Sabtu (9/9/17).

Pemilik kos diharuskan memiliki aturan tertulis yang jelas bagi para penghuninya, seperti tamu harus lapor dan selain suami istri memang harus dilarang untuk menginap.

Jajaran kepolisian Kota Malang, sambung dia, selalu berkoorndinasi dengan pihak kampus, agar tidak ada kejadian kriminal yang melibatkan para mahasiswa.

 “Polres bakal selalu berkoordinasi dengan pihak kampus, soal mahasiswanya yang menghuni kosan tersebut. Apalagi kalau mahasiswa itu baru, otomatis dia kan belum tahu kondisi di Kota Malang seperti apa. Jadi ya, memang harus terus ada pengarahan serta pendampingan khusus kepada mahasiswa tersebut,” tegasnya. (MN)