​Kasus Pengeroyokan Wartawan Kota Batu, Hari Ini Disidangkan

Suasana Sidang Kasus Pengeroyokan Wartawan, Di Pengadilan Negeri Kepanjen
Suasana Sidang Kasus Pengeroyokan Wartawan, Di Pengadilan Negeri Kepanjen

MALANG-NEWS.COM – Kasus pengerokan terhadap wartawan media Delik Hukum yakni, Supriyono yang dilakukan dua orang, yang berinisial Bowo dan Dika, kini masuk babak baru dalam proses sidang perdana di Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang.

Sekedar diketahui bersama, bahwasanya Supriyono dan Ismail, beberapa bulan yang lalu, menjadi korban pengeroyokan beberapa orang. Walaupun pada akhirnya polisi polsek Pujon menetapkan dua Orang tersangka, kedua tersangka tersebut selama ini di ketahui sebagai Jawara Desa Pujon.

Insiden penganiayaan itu, terjadi di Dusun Mantung Desa, Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, beberapa bulan lalu. Korban kekerasan dari dua Jawara tersebut, saat menghadiri proses persidangan perdananya di Pengadilan Negeri Kepanjen Kabupaten Malang, hanya didampingi Pimred Delik Hukum yakni, Mariyadi, SH bersama puluhan rekan-rekan seprofesinya.

Supriyono, mengaku sengaja tidak mau didampingi pengacara yang sudah disediakan oleh kantornya dimana dia menekuni profesinya sebagai Wartawan.
Alasanya, dia lebih nyaman kalau rekan –  rekan seprofesinya yang mengawal jalannya proses sidang tersebut.

Karena ia yakin tidak akan ada yang perlu diperdebatkan, karena perkara ini masuk dalam pidana umum.

Menurut Pimred Delik Hukum, Mariyadi, SH dari sidang yang perdana dalam perkara pengadiayaan terhadap wartawannya yang dilakukan dua orang, yakni Inisial BN, dan DK, dari desa setempat.

“Ya korban memang sengaja tidak diberi pendampingan Kuasa Hukum. Mengingat perkara ini adalah tindak pidana umum dan sudah jelas pelakunya serta sudah memenuhi dua alat bukti yang cukup,” kata Mariyadi, Rabu siang (26/7)

Bahkan Kepolisian Polsek Pujon, kata dia, sudah melakukan penahanan terhadap dua pelaku, jadi kami tidak ada kekwatiran dalam putusan hukum nantinya.

“Kami yakin, semua ini akan berjalan lancar dan hakim akan memutuskan seadil adilnya,” lanjut Mariyadi.

Sementara itu, menurut majelis hakim, ini sidang pertama dan sidang di tunda sampai satu minggu kedepan, untuk menghadirkan saksi yang lainnya.

“Ya alasan belum putusan, karena kita menunggu saksi-saksi yang lainnya, dan sidang ditunda pekan depan,” ujarnya singkat.