Lembaga KPK Tipikor Ada Di KWB, Penasaran Seperti Apa?

Para anggota dari lembaga KPK TIPIKOR Kota Batu
Nyoto Sumarsono (tengah) ketua KPK Tipikor Kota Batu

MALANG-NEWS.COM – Keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama ini sudah menjadi hal yang biasa. Justru yang luar biasa dan patut diapresiasi banyak pihak, kini muncul Lembaga Komisi Pengawasan Korupsi (KPK) TIPIKOR namanya. Jadi jangan coba-coba berani melakukan korupsi di Kota Batu.

Lembaga KPK TIPIKOR itu berada di Kota Batu. Menurut Ketua Lembaga KPK TIPIKOR, Nyoto Sumarsono, lembaga yang dipimpinnya itu merupakan kepanjangan tangan dari KPK.
“Peran dan tugas kami itu sebenarnya lebih kepada pencegahan, untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi. Bukan penindakan,” kata Nyoto Sumarsono. Kamis (17/8/17)

Iapun menambahkan, bahwa Lembaga KPK TIPIKOR ini memang baru terbentuk, yakni, sekitar delapan bulan lalu. “Kantor pusatnya berada di Kota Jogjakarta,” imbuhnya.

Untuk di Kota Batu, saat ini memiliki 10 anggota. Mereka merupakan orang-orang pilihan. Sebab, perekrutannya tidak asal-asalan.

Jadi pada dasarnya untuk menjadi anggota Lembaga KPK TIPIKOR ini, memang tidak sembarangan. Karena pada dasarnya mereka benar-benar telah di seleksi, tidak hanya asal comot saja.

Bahkan Lembaga yang atributnya menyerupai KPK RI tersebut, memiliki pembina khusus. Pembinanya yakni, Kapolres dan Kajari Kota Batu.

“Ya kami memang telah melakukan audensi, kepada Kapolres dan Kajari Kota Batu. Mereka sebagai pembina dalam Lembaga ini,” papar pria yang berdomisili di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu ini.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa nantinya bakal melebarkan sayap. Intinya kedepan bakal membuka perwakilan, di setiap daerah.

Mengenai Job Description, memang lebih mengarah kepada pegawasan serta pencegahan dari pada ke penindakan.

Pertama sosialisasi tentang berbudaya agar tidak korupsi. Mekanismenya secara kelompok dan kelembagaan. Misalnya, di desa, Kelurahan bahkan di Kecamatan serta di kedinasan Pemkot Batu.

Lembaga ini menurut dia berdiri sendiri. Sebab, ke depannya nanti akan lebih banyak ke pembimbingan dengan pemahaman hukum sebab dan akibatnya dari bahaya laten korupsi itu,” paparnya.

Maka dari itu, andaikata mendapat temuan terjadinya dugaan tindak pidana korupsi, Lembaga KPK TIPIKOR tidak langsung main untuk dijadikan produk berperkara. Namun jika tidak bisa dibina, tentunya akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan, serta Polres atau KPK supaya kasus tersebut bisa segera diproses secara hukum.

“Ya, ada beberapa kasus dan buktinya sudah kami kantongi. Dengan jumlah nominal uangnya sangat fantastis sekali, bahkan mencapai puluhan miliar rupiah. Itu semua bakal kami bongkar dalam waktu dekat ini,” tandasnya.