​MAW, Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Suap Jembatan Kedung Kandang, Mengaku Datang Hanya Untuk Koordinasi

Ketua DPRD Kota Malang, M. Arief Wicaksono tersangka dalam kasus jembatan Kedungkandang, saat diwawancarai oleh awak media
Ketua DPRD Kota Malang, M. Arief Wicaksono tersangka dalam kasus jembatan Kedungkandang, saat diwawancarai oleh awak media

MALANG-NEWS.COM – Pagi ini, suasana di Mapolres Malang Kota ada yang lain dari biasanya. Sebab, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin pagi ini (14/8/17). Melakukan pemeriksaan terhadap beberapa anggota dewan, serta pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Malang.

Dalam jadwalnya, tersangka kasus dugaan suap jembatan Kedungkandang yakni, M. Arief Wicaksono hadir untuk memenuhi panggilan sekitar pukul 10.20 WIB di Aula Mapolres Malang Kota.

Selain Arief, pejabat Sekda yang baru dilantik, Wasto telah datang terlebih dahulu pada pukul 09.40 WIB, Kemudian disusul Anggota DPRD Kota Malang Fraksi PDIP, Abdul Hakim datang 5 menit setelah Wasto.

Setelah itu, Ketua Komisi C, Bambang Sumarto datang pada pukul 10.00 WIB, dan Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Permukiman (Perkim) PUPR, Teddy Sumarna menyusul pada pukul 10.05 WIB. Dalam hal ini, Teddy bersama Kabid Pendataan dan Evaluasi Bappeda, Muh Sulton datang di waktu yang sama. Dari keenam orang tersebut, hadir juga Kabid Bina Marga dan saat ini menjabat sebagai Kabid Stabilitasi Harga Dinas Perdagangan, Nur Rahman Wijaya.

Arief yang baru mengundurkan diri sebagai Ketua DPRD Kota Malang ini, mengaku hanya datang berkoordinasi dengan KPK. Arief datang bersama kuasa hukumnya yakni, Andi Firasadi dan hanya ikut sekitar kurang lebih 15 menit.

“Saya datang hanya untuk koordinasi terkait dokumen APBD 2015, termasuk dokumen tentang jembatan Kedungkandang 2016 juga saya bawa,” ujar Arief sembari menuju mobilnya setelah datang memenuhi panggilan KPK.

Sampai berita ini dilansir, pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat dan anggota dewan‎ sesuai dengan jadwal agenda KPK, berlangsung di aula Rupatama Polres Malang Kota.