​MCW: Adakah Intervensi Dari Pemkot Batu Terhadap Polres Batu, Terkait Dengan Kasus OTT Tiga Pejabat?

Fahruddin, Koordinator MCW
Fahruddin, Koordinator MCW

MALANG-NEWS.COM – Koordinator Malang Corruption Watch (MCW), Fahruddin Andriansyah mengatakan, kinerja Polres Batu kurang maksimal khususnya dalam menangani kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT), sehingga diambil alih oleh Polda Jatim. Semestinya kasus OTT itu bisa ditangani dengan cepat, mengingat sudah ada barang bukti berikut saksi.

Kalau Polsek tidak sanggup, kan naik ke Polres. Pun seterusnya, kalau Polres tidak sanggup naik ke Polda sampai nanti ke Mabes.

“Menurut saya kasus ini tidak rumit, karena sudah ada bukti dan saksi. Tinggal dikembangkan saja. Ada dibalik kasus itu? Pasti ada masalah di Polres Batu, sehingga ditangani oleh Polda Jatim saat ini,” kata Fahruddin. Kamis (31/8/17)

Sementara di sisi lain, MCW melihat ada problem manajemen dari tim saber pungli itu sendiri. Pasalnya, setelah ada OTT dan diamankannya pihak-pihak terkait beserta barang bukti, tidak ada penetapan terhadap tersangkanya setelah itu.

“Memahami OTT di Kota Batu memang harus dilakukan sejak awal. Ketika Tim Saber Pungli Kemenkopulhukam menyita uang sebagai salah satu barang bukti dan sebagainya. Seharusnya segera menetapkan tersangka. Sebenarnya selalu ada tersangka setelah OTT. Namun kenyataannya hingga hari ini belum ada penetapan untuk tersangkanya,” ucapnya.

MCW juga mencatat, tidak ada satu pun kasus penanganan korupsi di Kota Batu yang tuntas diproses oleh Polres Batu. Padahal ada beberapa kasus korupsi yang terjadi di Kota Batu. Sebetulnya, dengan adanya pihak-pihak yang sudah diamankan, petugas bisa masuk untuk membongkar siapa aktor di balik korupsi di Kota Batu.

Namun hal itu tidak dilakukan oleh petugas. Fahruddin melihat adanya intervensi dari pejabat Pemkot Batu, sehingga kasus OTT itu terkesan tidak serius ditangani.

“Apalagi tiga orang itu adalah pejabat di Pemkot Batu. Kami juga mendapat informasi kalau pejabat Pemkot Batu mengirimkan utusan ke Polres Batu setelah adanya OTT. Itu juga bisa menjadi bentuk intervensi,” lanjutnya.

Dia mengajak masyarakat Kota Batu untuk terus mempertanyakan kasus tersebut, serta penangananya sejauh ini seperti apa dan sampai dimana? Jangan sampai masyarakat Kota Batu tidak menaruh peduli terhadap kasus OTT, itu mengingat kendati saat ini sudah ditangani oleh Polda jatim.
Sebelumnya, Polda Jatim memanggil tiga pejabat Pemkot Batu. Tiga pejabat itu yakni, Nugroho Widyanto, yang akrab disapa Yeyen dengan jabatan Kabid Cipta Karya, Fafan  Firmansyah, Kasi Bidang Perumahan, dan Muhamad Hafid, Kasi Ciptakarya.

Ketiganya dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Cipta Karya Pemkot Batu. Ketiga orang itu terkena OTT pada Kamis (24/8/17) malam lalu. (MN)