​MCW Tuntut Bongkar Kasus Korupsi Di Kota Batu, Pasca Tertangkapnya Kabid Dan Staf DPKPP Pemkot Batu

M. Fahrudin, Koordinator Malang Corruption Watch
M. Fahrudin, Koordinator Malang Corruption Watch

MALANG-NEWS.COM – Terkait dengan tertangkapnya Kabid Dinas Cipta Karya Pemkot Batu, serta menyeret 2 Orang lainnya dalam kasus aksi OTT oleh Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam, terhadap total dari 3 oknum pegawai Pemkot Batu, pada Kamis lalu (24/8/17) diapresiasi banyak pihak, terlebih Malang Corruption Watch (MCW).

M. Fahrudin, selaku koordinator MCW mengatakan, aparat penegak hukum selanjutnya harus mengungkap tuntas keseluruhan bahkan bila perlu sampai ke akar-akarnya. Sebab menurutnya, seringkali pengungkapan kasus korupsi di Kota Batu ini tidak pernah selesai sepenuhnya, bahkan ironisnya hanya berhenti pada pemain lapangan, dalam hal ini yakni, (eksekutor) dan tidak dikembangkan pada keterlibatan pejabat internal di pemerintahan Kota Batu yang lebih tinggi.

“Menyikapi kondisi tersebut, mengkonfirmasikan bahwasanya APH di Kota Batu belum sepenuhnya serius mengungkapkan kasus siapa dibalik korupsi besar di Kota Batu, dan faktanya memang terkesan tebang pilih,” kata dia Sabtu (26/8/17)

Terkait kasus OTT yang dilakukan oleh Satgas Saber Pungli Mabes Polri, terhadap oknum di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Pemkot Batu tersebut, lantas menambah tidak bekerjanya pihak kepolisian dan kejaksaan di Kota Batu secara baik.

Sekedar diketahui bersama, MCW mencatat ada beberapa dugaan korupsi, yang tidak jelas penangannya dan kalaupun diproses hanya berhenti pada pemain lapangan (eksekutor).

Berikut catatan dari MCW

1. Dugaan korupsi PT BWR 2013.
2. Dugaan korupsi Roadshow (batu shining imvestment) 2015.
3. Dugaan korupsi pembangunan (pengadaan tanah) Block Office (sekarang: Balai Kota Among Tani).
4. Dugaan korupsi piutang pajak Jatim Park Group.
5. Dugaan korupsi ruislagh tanah Dadaprejo.
6. Dugaan korupsi pengerjaan beberapa jalan di Kota batu 2014-2015.
7. Dan beberap dugaan korupsi lain.

Iapun juga menambahkan, berangkat dari hal tersebut, MCW bersama masyarakat Kota Batu mendesak Satgas Saber pungli Mabes Polri, untuk segera mungkin menetapkan tersangka, serta melakukan pengembangan kasus tersebut dan harus menelusuri keterlibatan oknum lainnya. Bila perlu melakukan penelusuran terhadap dugaan aliran dana, yang berasal dari PT. Gunadharna Anugerahjaya terhadap beberapa nama yang disebut.

“Jika tidak mampu menjalankan perannya dan tugasnya. Maka seyogyanya KPK harus segera mengambil alih kasus tersebut. KPK ikut serta membongkar korupsi besar yang ada di Kota Batu,” imbuhnya.