​Melalui Diskominfo, Pemkot Batu Siap Luncurkan SMART CITY

Siswanto, Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika Pemkot Batu
Siswanto, Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika Pemkot Batu

Batu, MALANG-NEWS.COM – Program Smart City dengan anggaran APBD Rp 9,3 Miliar. Yang terdiri dari aplikasi software dan hardware, kini sudah mulai di aplikasikan dan dijalankan. Seperti pemasangan hardware fiber optik sudah dipasang ke semua desa. Sedangkan aplikasi teleconference kini dipasang di lantai 5 Balai Kota Among Tani (BKAT) Kota Batu.
Sementara untuk pemasangan satelit di Sumber Brantas sudah terpasang hardware Very Small Aperture Terminal (VSAT)

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Siswanto, mengatakan sebanyak 50 unit perangkat hardware sudah terpasang. Meskipun yang dibutuhkan yakni, 80 unit, nanti akan dilakukan secara bertahap. Siswanto menyatakan, Smart City ini nantinya akan fokus pada pertanian.

“Ya mas sesuai keinginan dari Pak Wali Kota, kalau ingin memajukan pertanian di Kota Batu. Akan diprioritaskan pada “Smarter Farming,” kata Siswanto saat ditemui MALANG-NEWS.COM di ruang kerjanya. Kamis, (10/8/17)

Karena akan memprioritaskan pertanian, maka juga pasti akan melakukan edukasi kepada masyarakat. Tak hanya petani, edukasinya juga untuk masyarakat umum.
Nantinya, lanjut dia, program kerja Smart City ini bisa diketahui melalui satu layar monitor besar yang akan ditaruh di lantai 5 Balai Kota Among Tani Kota Batu. Semua yang terkoneksi, akan terpampang di video wall tersebut.

“Mulai dari pertanian, desa, kelurahan, sekolah, sampai lapor, akan ketahuan di satu command center,” imbuh mantan Kepala Dinas Perhubungan ini.

Di dalam aplikasi Smart City nantinya, masyarakat bisa langsung mengkritik terkait dengan pelayanan maupun fasilitas yang diberikan oleh Pemkot Batu. Seperti ada jalan berlubang, atau fasilitas umum yang rusak atau tidak layak, bisa langsung dilaporkan melalui gadget masing-masing.

Ia menyebut, semua perangkat dinas di lingkup Pemkot Batu pasti turut andil di dalam Smart City. Siswanto tidak memungkiri, jika Smart City ini berjalan akan membutuhkan tenaga banyak. Namun, hal itu masih belum dibahas sejauh ini. Karena saat ini masih masih fokus pada konsep Smart City.

“Tahun ini pasti jalan. Tunggu saja launchingnnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Sugeng Pramono, menambahkan karena fokusnya pada pertanian, maka setiap petani nanti akan bertatap muka langsung dengan pembeli. Hal itu dibutuhkan, untuk mendorong sektor pertanian agar maju.

“Jadi nanti petani kentang panen berapa ton, akan diketahui. Mana petani yang gagal panen akan diketahui juga. Petani sendiri juga bisa menawarkan hasil panennya langsung ke pembeli,” kata sugeng.

Iapun juga menambahkan, memang juga tak dapat dipungkiri, kalau hal seperti itu harus ada edukasinya kepada petani. “Ya harapan saya nantinya, agar mendukung dan mengembangkan program Smart City, apalagi diprioritaskan untuk pertanian,” paparnya.