​Polisi Masih Selidiki Indikasi Kelalaian pada Kasus Bocah Diterkam Anjing

Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan
Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan

MALANG-NEWS.COM – Polisi terus menyelidiki kasus tewasnya Ramisya Baghiza (8) yang menjadi korban terkaman anjing jenis pitbull pada Minggu (6/8) sore kemarin. Ironisnya, anjing tersebut merupakan pelirahaan keluarganya sendiri.

“Jenazah korban dimakamkan pagi tadi. Setelah diambil dari RS Saiful Anwar,” kata Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan, Senin (7/8).

Kepada awak media, Hoiruddin mengatakan bahwasanya akan terus menyelidiki kasus ini hingga tuntas. Pihaknya akan memanggil beberapa saksi agar menemukan titik terang bagaimana bocah itu bisa diterkam anjing.

“Selain nenek dan orangtuanya, kami akan panggil dokter hewan juga,” lanjut dia.

Mengenai apakah ada unsur kelalaian dari peristiwa tragis itu, mantan Pamen Densus 88 ini belum bisa memastikan. Namun, kini apabila ada unsur tersebut, pihaknya akan secara tegas memberi hukuman berdasarkan pasal yang berlaku.

“Ya maka dari itu harus kita didalami dulu, karena waktu itu korban hanya bersama sang nenek. Bisa jadi anjingnya lapar atau bagaimana,” tandasnya.

Seperti diketahui, Ramisya diketahui tewas di halaman depan rumahnya sendiri, pada Minggu (6/8) sore, setelah anjing berjenis pitbull menerkamnya tepat di leher. Ia mengalami luka parah dan tidak bisa diselamatkan meski sudah dibawa ke rumah sakit.