Diduga Memeras Rp 815 Juta Kepada PT. Gunadharma Anugerahjaya, PPK Pemkot Batu Ditangkap Tim Saber Pungli Mabes Polri

Ketua Tim Saber Pungli Mabes Polri, Brigjen Polisi Widianto Poesoko (kiri)
Ketua Tim Saber Pungli Mabes Polri, Brigjen Polisi Widiyanto Poesoko (kiri) saat diwawancarai wartawan di Mapolres Batu

MALANG-NEWS.COM – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pemkot Batu terkena OTT oleh Tim Saber Pungli Mabes Polri. Pejabat berinisial NW tersebut tercatat sebagai PNS di Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertamanan Pemkot Batu. Hingga saat ini dia masih diamankan di Mapolres Kota Batu, untuk dimintai keterangan.

Ketua Tim Saber Pungli Pusat Brigjen Pol Widiyanto Poesoko mengatakan OTT dilakukan di Kota Malang sekitar pukul 19.00 WIB. Namun pihaknya telah memantau sejak pagi.

“Barang bukti yang kami amankan masih uang sebesar 25 juta rupiah dan mobil Grand Livina sejak Kamis malam.

Namun masih kita periksa lebih lanjut,” ujarnya kepada awak media di Polres Batu. Jumat siang (25/8/17)

Ia hanya membocorkan dinas yang terkait adalah Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Cipta Karya.

“Ya awalnya ada laporan dari masyarakat ke Jakarta, jadi kami langsung lakukan penyelidikan di sini berdasarkan laporan tersebut, dan ternyata memang benar,” tambah Widiyanto.

Menurutnya, laporan dari kontraktor di beberapa proyek Pemkot Batu diduga dimintai pungutan hingga 18 kali.

Menurut informasi di lapangan, NW selama ini ditengarai telah memeras PT Gunadharma Anugerajaya. Rekanan tersebut merupakan penggarap proyek GOR Gajah Mada Batu senilai Rp 25 miliar.

Selama proses perencanaan hingga penggarapan proyek, NW disinyalir meminta uang pada manajemen PT Gunadharma Anugerajaya hingga Rp 815 juta lebih. Permintaan uang itu tercatat mulai 4 Mei 2016 hingga 31 Agustus 2016.

Berdasarkan catatan PT Gunadharma Anugerajaya uang yang diterima NW itu didistribusikan pada para pejabat, instansi dan untuk biaya event. Disebutkan seperti untuk biaya persiapan pembahasan sebesar Rp 20 juta, peresmian taman, entertainment dan lainnya.

Sedangkan untuk institusi tertera nama lembaga seperti Kejari sebesar Rp 300 juta, dewan senilai Rp 50 juta, KONI Rp 5 juta, Sekpri Rp 50 juta, PU Rp 135 juta, ULP Rp 65 juta dan lainnya.

Untuk daftar nama para pejabat juga tertulis dengan jelas. Disebutkan seperti nama Himpun, Yayan dan sebagainya.

Ironisnya penerima dana itu tertulis pejabat pembuat komitmen, yakni atas nama Nugroho Widhiayanto. Lengkap dengan tanda tangannya. Hingga berita ini dilansir, para awak media tengah menunggu Tim Saber Pungli Mabes Polri, untuk persiapan jumpa pers di Mapolres Batu terkait OTT tersebut.