​PTS Kota Malang Berikan Edukasi, Kepada Pelaku UKM Malang

Dr. I Komang Astana Widi, ST, MT Dosen ITN Malang, Dan Luh Dina Ekasari, SE, Ak, MM Dosen UNITRI
Dr. I Komang Astana Widi, ST, MT Dosen ITN Malang, Dan Luh Dina Ekasari, SE, Ak, MM Dosen UNITRI

MALANG-NEWS.COM – Dr. I Komang Astana Widi, ST, MT,  Dosen ITN Malang, dan dosen Universitas Tribuana Tunggadewi (Unitri), Luh Dina Ekasari, SE, Ak, MM. Mereka bersama-sama melakukan karya bakti pengabdian kepada masyarakat khususnya Kota Malang, dengan program Iptek bagi masyarakat.

Kegiatan ini membidik 2 usaha kecil menengah (UKM), yang ada di Malang Raya, yakni UKM Limbah Printer yang ada di Desa Mondoroko, Kecamatan Singosari, dan UKM pengolahan plastik di Klayatan, Kecamatan Sukun.

Dalam sambutannya, I Komang Astana Widi, ST, MT menuturkan, produk yang dihasilkan dari program ini adalah berupa souvenir khas berkualitas. ITN (Institut Teknologi Nasional) malang, sebagai penghasil teknologi mengenalkan bagaimana sebuah produk souvenir bisa menjadi lebih bagus dengan sentuhan teknologi. Sementara Unitri membantu dalam pemasaran dan manajemen keuangannya.

“Program ini, sudah berjalan sejak bulan Mei 2017 lalu, dan produk yang dihasilkan juga sudah siap dipasarkan,” ungkapnya, Kamis (10/8/17).

Pria yang menjabat wakil dekan I, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang program tersebut bermula dari permasalahan limbah printer yang ada di kawasan Mondoroko. Disana ada sebuah UKM bernama Progress Print Malang, yang melayani jual beli printer bekas.

“Selama ini, sebagai pengepul printer yang sudah tidak bisa berfungsi lagi, dan hanya dijual loakan saja. Disinilah peluang dan ide berlian yang di tangkap I Komang Astana Widi. Bagaimana, agar nilai jual lebih tinggi, kemudian ada ide untuk mengolah kembali limbah printer tersebut,” ujarnya.

Dia terangkan, printer dipilah materialnya. Beberapa onderdil yang masih bisa dipakai dipergunakan untuk mengganti printer yang masih berfungsi. Sementara produk material berupa plastik menjadi bahan pembuatan souvenir. Untuk pengolahan, tim ITN dan Unitri memilih UKM.

“Dengan harapan jaya yang ada di Klayatan, Sukun yang biasa membuat aksesoris raket maka limbah printer untuk bahan souvenir yang sebelumnya dicacah terlebih dahulu. Kemudian masuk mesin injeksi, untuk membuat bahan cetakan. Dalam proses ini, dilakukan uji analisis di laboratorium ITN yang dianalisa adalah cacat produk, ketangguhan, dan kekuatan,” bebernya.

Setelah produk dihasilkan dengan sempurna, selanjutnya di pasarkan. Disinilah peran pendampingan, untuk pemasaran dibutuhkan juga dari pihak Unitri dalam pemasarannya. Target penjualan produk ini, sementara masih dalam negri seperti anak-anak sekolahan, dan para mahasiswa untuk mencerdise (sofenir) wisuda dan tidak menutup kemungkinkan bisa tembus pasar luar negri, tinggal lagi jelinya para investor dalam negeri dan pemerintah.

“Kami mencoba memberi edukasi, bagaimana menghasilkan produk yang berkualitas, karena disitulah ada tahap pengenalan teknologi di kampus ITN,” ungkap dia.

Dia tambahkan, selain pengolahan limbah UKM binaan tersebut kini makin pandai memilah barang bekas saja. Pelaku UKM kini juga sudah terampil melakukan tes komponen, mana yang masih bagus dan tidak. Dalam bidang pemasaran, UKM juga sudah mulai memasarkan secara online bahkan, juga sudah bergabung dengan grup-grup penjual barang bekas di internet.