​Uang Puluhan Juta, Disita KPK dari Rumah Dinas Ketua DPRD Malang

Rumah Dinas Arief Wicaksono, Ketua DPRD Malang
Rumah Dinas Arief Wicaksono, Ketua DPRD Malang

MALANG-NEWS.COM – Terkait 2 kasus suap yang menjerat Ketua DPRD Kota Malang, yakni Moch Arief Wicaksono. Uang puluhan juta rupiah disita KPK dari rumah dinasnya.

“Bahkan KPK juga menyita sejumlah uang dalam beberapa bentuk mata uang yaitu disita Rp 20 juta, SGD 955, dan RM 911. Penyitaan dilakukan dari rumah dinas Moch Arief Wicaksono,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (11/8/17).

KPK menggeledah sejak Rabu (9/8/17), Hingga kemarin penggeledahan dilakukan di kantor Wali Kota, kantor Dinas PUPR, rumah tersangka Jarot Edy Sulistiyono, kantor penanaman modal, serta rumah pribadi dan rumah dinas tersangka Arief Wicaksono. Sementara hari ini, penggeledahan di kantor Bappeda dan WLP Kota Malang.

Sejumlah dokumen terkait pembahasan APBD, dokumen proyek terkait, serta barang bukti elektronik disita. Teranyar, hari ini juga disita ponsel milik sejumlah pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Kota Malang.

“Tentu dokumen yang disita dan uang akan dianalisis dan dipelajari lebih lanjut untuk kebutuhan penyidikan yang akan berjalan. Pemeriksaan saksi-saksi akan direncanakan mulai minggu depan di Kota Malang,” ujar Febri.

Dalam kasus ini, Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono tersangkut dalam 2 kasus sekaligus. Ia ditetapkan sebagai tersangka terkait pembahasan APBD Perubahan Pemerintahan Malang tahun anggaran 2015 dan pembangunan jembatan Kedungkandang.

Dalam kasus pertama ia diduga menerima Rp 700 juta dari tersangka Kadis Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (PUPPB) Jarot Edy Sulistiyono. Sementara di kasus kedua menerima Rp 250 juta dari Komisaris PT EMK Hendarwan Maruszaman.