​Dinas Pertanian Pemkot Batu “Kecolongan” Bibit Wortel Ilegal Masuk Ke Kota Batu

Ir Sugeng Pramono, Kepala Dinas Pertanian Pemerintah Kota Batu
Ir Sugeng Pramono, Kepala Dinas Pertanian Pemerintah Kota Batu

MALANG-NEWS.COM – Dengan tertangkapnya pelaku pengedar bibit wortel ilegal tanpa merk yang di duga berasal dari negara Korea Selatan, akhirnya Mabes Polri melanjutkan penelusuran terkait dengan keberadaan bibit ilegal tersebut. Dari informasi yang di dapat, akhirnya penelusuran di lanjutkan ke beberapa daerah, salah satunya Kota Batu.

Dari hasil penelusuran mabes polri, akhirnya di dapat informasi dari dinas pertanian pemkot Batu, bahwa pada bulan Mei yang lalu, ada salah satu warga Kota Batu yang bernama saman, warga dusun Junggo, desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji telah mendapatkan bibit tanaman wortel tanpa merk atau ilegal dari seseorang yang tidak di kenal.

Berdasarkan dari pengakuan saman kepada Dinas Pertanian, yang di sampaikan oleh Yayat Supriyatna kepala bidang holtikultura dinas pertanian mengatakan, bahwa pada bulan Mei yang lalu ada seseorang yang tidak di kenal menawarkan bibit wortel yang tidak memiliki merk atau ilegal untuk di tanam di lahannya.

Namun, dengan tidak adanya merk pada bibit wortel itu, akhirnya saman tidak berani menerima bibit yang di tawarkan tersebut. Ia juga mengaku, kalau di beri imbalan uang sejumlah 1 juta rupiah, akhirnya saman bersedia menanam bibit wortel itu. Setelah di tanam, pertumbuhan tanaman wortel tersebut kurang maksimal. 

Di sampaikan juga oleh Yayat Supriyatna bahwa dinas pertanian Kota Batu mengetahui kalau ada warga Kota Batu yang  menanaman bibit wortel ilegal dari pemberitaan di media. Waktu itu tanggal 18 Juli 2017 dinas pertanian dan petugas organisme tanaman sudah mengecek ke lokasi.

Namun bibit ilegal yang sudah terlanjur di tanam di lahan seluas 750 meter tersebut, sudah di cabut karena hasil tanaman tersebut rusak, hanya ada tersisa bibit wortel, dalam bentuk roll warna merah dan biru.

Yayat juga menambahkan, memang benih wortel ilegal itu sudah diserahkan ke Polres Batu. “Sudah kami serahkan ke Polres Batu. Kami juga dapat info penyebar dan pemasok benih wortel ilegal sudah ditangkap di Jakarta,” imbuhnya. Rabu (23/8/17)

Sementara itu menurut Ir Sugeng Pramono, kepala dinas Pertanian Pemerintah Kota Batu mengatakan, pekerjaan saudara saman ini adalah sebagai penggarap lahan dan tidak masuk dalam kelompok tani. Sehingga dinas pertanian tidak mengetahui kalau saman ini mendapatkan bibit ilegal, atau bibit tanpa merk tersebut.

“Ya diharapkan dari kejadian ini, semua petani di Kota Batu masuk ke dalam kelompok tani, dengan begitu bisa mendapatkan informasi terkait dengan bibit tanaman tersebut. Dan bagi petani bisa membentuk kelompok-kelompok sendiri. Nantinya dinas pertanian akan memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada kelompok tani yang sudah terbentuk,” terangnya.